Text
Forgotten
Kisah ini dituliskan dari sudut pandang ketiga, sehingga pembaca dapat mengetahui ceritanya dari berbagai macam sudut pandang. Ceritanya sendiri dimulai dengan perkenalan Andya, dan jujur saja sebenarnya aku sedikit bingung dengan situasi yang rasanya muncul secara tiba-tiba. Kemudian mulai muncul karakter seperti Rheo; dan pelan-pelan mulai dijelaskan tentang Andya yang mengalami amnesia. Selain Rheo, ada pula karakter-karakter lain seperti Nathan, Tely dan Raya (sahabat Andya), Alya, dan lain-lain. Dan tentu saja tidak lupa dengan munculnya karakter penting lain dalam cerita ini, yaitu Kai. Konflik utama dari cerita ini tentu saja adalah tentang Andya yang lupa dengan identitas dirinya dan merasa banyak hal yang membuatnya bertanya-tanya. Aku rasa hal itulah yang membuatku penasaran dan terus membaca sejak awal memulai buku ini hingga akhir. Meskipun alurnya berjalan sedikit lambat, dan ada cukup banyak hal yang kurang relevan atau tidak membantu perkembangan alur, kisahnya tidak lupa dengan konflik utama dan terus menguak rahasia ceritanya sedikit demi sedikit. Sepanjang membaca buku ini, aku terus membuat tebakan-tebakan di dalam pikiranku, dan juga dibuat tidak yakin dengan tebakan itu. Dan aku sebenarnya kurang begitu puas dengan adegan pembeberan rahasia akhirnya (no spoiler), tetapi semua penjelasannya membentuk satu lingkaran utuh yang menjelaskan semuanya.
Dari segi karakter, sebenarnya hanya ada beberapa karakter penting dalam cerita ini: Andya, Rheo, Kai, dan Pak Dihan (Papa Andya). Sedangkan yang lainnya hanyalah karakter sampingan yang memberikan bumbu-bumbu tambahan. Tentu saja sebenarnya aku tidak keberatan dengan adanya karakter tambahan, tetapi mungkin akan lebih baik jika karakter sampingan tersebut mempunyai alur cerita tersendiri yang berbeda. Oleh karena itu aku merasa side story tentang Rheo-Alya, atau Nathan-Listya terasa hanya diceritakan sambil lalu sebagai tambahan. Setelah membaca dan hanya mengetahui separuh dari cerita mereka, aku merasa ada sesuatu yang kurang lengkap. Aku rasa jika side story itu memang harus ada, lebih baik disimpulkan pada akhirnya atau tidak perlu dibahas sama sekali :)) Meskipun aku jarang memberikan saran seperti ini, aku harap pendapatku bisa menjadi ide bagi penulisnya untuk dapat berkembang lebih baik dalam karya selanjutnya ^^
Tidak tersedia versi lain